Pesona Masjid Raya Sumatera Barat,Sebuah Ikon Kota Padang

Masjid yang indah ini dibangun di atas tanah dengan luas 4.430 meter persegi, masjid ini juga memiliki lantai atas yang diperkirakan menampung 5.000-6.000 jamaah. Lantai kedua adalah mezzanine berbentuk U dengan luas rata-rata 1.832 meter persegi.

Pesona Masjid Raya Sumatera Barat,Sebuah Ikon Kota Padang

Segera setelah diumumkan, desain kontes akhirnya mengumpulkan beberapa polemik dari pengguna internet dan tokoh masyarakat, disuarakan terutama oleh anggota DPRD Fraksi PKS Sumatera Barat. Presiden DVRD Sumatra Barat Leonardy Harmainy juga mengkritik desain masjid, yang sebenarnya tidak biasa dan tidak memiliki Kubah Masjid

Polemik macet dan juga terancam lenyap setelah terjadi sebuah musibah gempa bumi pada tanggal 13 September 2007. Selama pergeseran perhatian publik terhadap gempa bumi, gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, saat itu masih sempat untuk meletakkan batu fondasi sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Agung dari Sumatra Barat yang tercatat pada tanggal 21 Desember 2007.

Di sebelah masjid adalah drum yang mungkin seusia dengan bangunan pada masjid. Pada awal pembangunan masjid Tuo Kayu Jao, pola bangunan tidak menggunakan paku, tetapi masih berhasil bertahan. Meliputi area seluas 40.343 meter persegi yang ad di persimpangan Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan.

Adapun lantai kedua berbentuk mezzanine dalam bentuk huruf U, memiliki luas 1.832 meter persegi. Lantai kedua didukung oleh 631 tiang dengan fondasi berdiameter 1,7 meter. Sedangkan untuk lantai tiga berupa mezzanine dalam bentuk leter Anda memiliki luas 1.832 meter persegi. Ruang utama yang digunakan sebagai ruang sholat adalah di lantai paling atas berupa ruang yang longgar. Lantai teratas dengan ketinggian tujuh meter terhubung ke permukaan jalan melalui jalan masuk, sebuah teras terbuka yang miring ke bawah ke jalan.

Lantai atas didukung oleh 631 tiang dengan fondasi berdiameter 1,7 meter pada kedalaman 7,7 meter. Dengan topografi yang masih dalam kondisi rawa, kedalaman setiap pondasi tidak dihargai karena beradaptasi dengan titik pengeboran tanah.

Kompleks masjid dipandang dilengkapi dengan tempat parkir yang sangat besar, taman, menara, ruang serbaguna, fasilitas komersial dan bangunan pendukung untuk kegiatan pendidikan. Masjid Raya Sumatera Barat memiliki arsitektur modern yang tidak identik dengan kubah.

Masjid kuno yang diperkirakan berada di abad ke-19 ini terletak di Nagari Bawan, Kec. Menurut berita, masjid ini dibangun kembali pada tahun 1942 di lokasi yang tidak jauh dari lokasi semula karena masjid berada di lokasi aslinya di daerah berlumpur dan dikhawatirkan akan tenggelam. Untuk konstruksinya sendiri, masjid ini berukuran 40 × 40 meter dan berdiri di atas lahan seluas satu hektar. Arsitektur masjid ini mengikuti gaya arsitektur khas Minangkabau, yang ditandai dengan bangunan berbentuk oval. Masjid Agung Sumatra Barat memiliki desain arsitektur yang unik dan indah, sering menjadi tujuan wisata religius bagi penduduk Sumatera Barat dan pengunjung dari berbagai daerah.

Bangunan utama, masjid, terdiri dari tiga lantai dengan denah 4.430 meter persegi. Peletakan batu fondasi sebagai tanda dimulainya pembangunan dilakukan pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi. Ruang penting sebagai ruang sholat di lantai paling atas adalah ruang terpisah. Lantai atas dengan ketinggian tujuh meter dapat dibuka langsung melalui jalan, teras terbuka yang miring ke jalan. Meliputi 4.430 meter persegi, lantai paling atas diperkirakan menampung 5.000-6.000 jamaah.

Masjid Raya Sumatera Barat, yang mana ternyata masjid ini juga memiliki nama lain, yakni Masjid Mahligai Minang. Ruangan penting yang dipakai menjadi ruangan salat terdapat di lantai atas, tersambung dengan teras yang melandai ke jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *