Objek Wisata Sejarah paling populer

Kalian tercantum pecinta wisata budaya? Cocok banget! Sebab, Indonesia memiliki banyak sekali spot wisata budaya yang sarat hendak sejarah.

Mulai dari bermacam- macam candi, istana raja sampai keraton Jawa dapat kalian kunjungi. Tidak hanya sesuai buat yang suka fotografi bangunan, deretan wisata ini siap membagikan banyak sekali pengetahuan serta sejarah baru buat kalian tahu.

Soal posisi, jangan takut. Sebab, seluruh destinasi wisata budaya ini gampang banget diakses dengan kendaraan universal ataupun individu. Jadi, kalian tidak butuh ribet mempersiapkan perbekalan banyak.

Tertarik? Nah, Pegipegi memiliki deretan rekomendasinya, nih. Ikuti, ayo!

CANDI BOROBUDUR, MAGELANG

Dengan status candi Buddha terbanyak di dunia, Borobudur ialah peninggalan budaya dunia yang lumayan mempengaruhi. Hadirnya ribuan panel relief yang tersebar di tiap tingkatan menggambarkan kehidupan manusia dikala era tersebut diiringi ekspedisi Buddha. Di mari, kalian dapat memandang perwujudan dari kehidupan manusia yang dibagi atas 3 tingkatan, ialah Kamadatu, Rupadatu, serta Arupadatu yang tidak ditemui di tempat lain. Seluruhnya dibalut dengan arsitektur bangunan berbatu yang sangat megah.

Kemampuan wisata Borobudur tidak hanya terdapat di bangunan candinya. Namun pula pesona alam yang dapat kalian temukan di sekitarnya, salah satunya merupakan Punthuk Setumbu. Kawasan ini ialah merupakan salah satu spot terbaik buat melihat sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari situ, kalian bisa menikmati cantiknya Candi Borobudur yang diselimuti kabut. Punthuk Setumbu terletak di suatu bukit yang mempunyai ketinggian dekat 400 mdpl yang terletak di gugusan Bukit Menoreh.

CANDI PRAMBANAN, KLATEN

Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah menarik atensi dunia. Jadi salah satu obyek wisata budaya di selatan Jawa, Candi Prambanan sering jadi posisi syuting film- film Hollywood. Bagaikan peninggalan Hindu terbanyak di Indonesia, Candi Prambanan menaruh banyak sekali cerita ataupun mitos yang pantas dikulik. Bila kalian mampir, ukiran relief di bilik candi dapat menarangkan seluruhnya. Salah satu cerita yang sangat dikenang merupakan cerita cinta Bandung Bondowoso dengan Rara Jongrang. Demi meyakinkan cintanya, Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan Rara Jongrang buat membangun 1000 candi dalam waktu satu malam.

Pada perkembangannya, terungkaplah kalau Candi Prambanan bukan salah satunya candi yang berdiri di daerah yang dahulu diucap bagaikan Dataran Kewu. Karen, kalian dapat menciptakan sisa- sisa Candi Lumbung, Candi Bubrah serta pula Candi Sewu yang terletak dalam keadaan lumayan baik. Candi Prambanan lumayan gampang dikunjungi sebab terletak di sisi jalur raya Yogyakarta- Solo, travelers. Untuk masyarakat Yogyakarta, memandangi Candi Prambanan dari jendela bis merupakan sesuatu ritual yang tidak boleh dilewatkan kala meninggalkan ataupun kembali ke Yogyakarta

KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, YOGYAKARTA

Tidak dipungkiri lagi kalau Keraton merupakan salah satu tempat memiliki yang sangat terkenal di Yogyakarta. Bangunannya yang begitu kental dengan faktor Jawa serta koleksi benda- benda memiliki memiliki arsitektur yang elegan, megah, serta luas. Keraton Yogyakarta ialah bangunan istana formal Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Di masa kemudian, Keraton berperan bagaikan tempat tinggal raja serta kerabatnya. Tetapi, guna Keraton bergeser jadi tempat wisata, museum pusat kebudayaan Jawa, serta bagaikan tempat tinggal Sultan.

Walaupun umurnya telah tua, bangunan di mari masih terpelihara dengan baik sehingga senantiasa ramai didatangi turis. Tidak hanya jadi tempat tinggal sultan serta keluarga, di mari kalian dapat belajar gimana kesenian serta budaya Jawa senantiasa dilestarikan di tengah kemajuan dunia modern. Di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pula traveler dapat memandang benda- benda khas keraton, abdi dalem yang setia tanpa pamrih kepada Keraton Yogyakarta ini.

ISTANA MAIMUN, MEDAN

Terletak di jalur Brigjen Katamso, Sukaraja, Istana Maimun senantiasa jadi energi tarik tertentu untuk turis. Maklum, di sinilah, Kesultanan Deli di dasar arahan Sultan Maimun Angkatan laut(AL) Rasyid Perkasa Alamsyah menggerakkan roda aktivitasnya pada akhir 1800- an. Dikala awal kali datang di gerbang, kesan WAH! bakal terasa dikala memandang totalitas bangunan. Arsitektur Eropa yang kental nampak di bermacam bagian istana semacam jendela serta pintu yang lumayan lebar sampai oranamen perabotnya. Maklum, Istana Maimun sendiri didesain langsung oleh arsitek dari Negara Pizza, Italia. Jadi, sesuai banget deh buat kalian berselfie ria di mari. Dengan corak dasar kuning yang mendominasi segala bangunan, kesan Melayu juga terasa di Istana Maimun. Tetapi, yang jadi perihal sangat menarik di mari merupakan kalian dapat merasakan gimana peradaban Islam masuk ke kota Medan. Perihal ini dapat dilihat dari wujud lengkung di bagian atap yang wujudnya menyamai perahu terbalik yang umumnya ditemukan pada bangunan- bangunan di kawasan Timur Tengah.

Bila kalian kerap mendengar cerita Malin Kundang yang dikutuk jadi batu, jika di Istana Maimun terdapat cerita dari Mambang Khayali. Dikisahkan, adik dari Gadis Hijau dari Kerajaan Deli Tua berganti jadi suatu meriam lantaran mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh. Lantaran serbuan yang digencarkan bertubi- tubi, meriam yang ialah jelmaan Mambang Khayali tersebut rusak jadi 2. Nah, salah satu bagian dari meriam tersebut ditaruh apik di Istana Maimun.

CANDI MUAROJAMBI, JAMBI

Kalian tentu mengira Candi Borobudur merupakan lingkungan candi terluas di dunia. Well, jika demikian, kayaknya kalian wajib jalan- jalan ke Candi Muarojambi, deh! Muncul di tengah- tengah Provinsi Jambi, Candi Muarojambi mempunyai luas 12 km persegi! Tidak heran bila UNESCO menobatkan Candi Muarojambi bagaikan lingkungan candi terluas di Asia Tenggara. Banyak keelokan serta keunikan yang tersimpan di Candi Muarojambi. Sekali mengijak gerbang masuk, kalian bakal disambut oleh dekat 80 reruntuhan candi serta sisa- sisa permukiman kuno Budha dari abad IX- XV.

Kesan etnik lumayan terasa dikala menelusuri satu demi satu sudut lingkungan Candi Muarojambi. Di sinilah, pengembangan Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berpusat ratusan tahun silam. Cuma 30 menit dari kota Jambi, Candi Muarojambi terletak di tepi Sungai Batanghari. Jadi, akses mengarah ke lingkungan candi sendiri bisa ditempuh baik lewat jalur darat ataupun jalan air.

Jadi ….. sudah siapkan kalian berkunjung? untuk yang berencana pergi secara rombongan jangan lupa mencari bus pariwisata dari tempat kamu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *