Megahnya Masjid Babussalam di Sabang Aceh

Kota Sabang, nama kota yang telah begitu terkenal bagi kami sejak saya masih di sekolah, nama kota ini sering muncul di salah satu lagu nasional. Kota Sabang adalah sebuah kota di pulau Weh di provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Ia juga dikenal sebagai kota paling barat di Indonesia dan ditandai dengan monumen nol kilometer di atas bukit di kota ini.

Meskipun pulau Weh dan kota Sabang bukan pulau paling barat di Indonesia, ada pulau terpencil Rondo di barat laut Sumatra saja, yang berbatasan langsung dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar, yang merupakan bagian dari India.

Megahnya Masjid Babussalam di Sabang Aceh

Namun, karena Pulau Rondo menghadap bumi dalam bentuk pulau yang terjal dan tidak berpenghuni, pemerintah Republik Indonesia menetapkan titik nol bagi Indonesia di Pulau Weh, tepatnya di kota Sabang. Pulau Rondo sendiri terus dipantau oleh armada Angkatan Laut.

Kota Sabang telah lama memiliki masjid besar yang disebut Masjid Agung Babussalam, yang secara geografis terletak di pusat Sabang dan berbatasan langsung dengan bangunan sebuah gereja.

Masjid Babussalam adalah masjid yang awalnya hanya masjid kecil di kota Sabang. Bersama dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk membangun masjid dan keinginan umat Islam di sana yang benar-benar ingin membangun tempat ibadah yang juga indah, Masjid Agung Sabang ini dibangun dengan arsitektur yang luar biasa seperti sekarang ini. Masjid Agung Babussalam juga sering menawarkan berbagai kegiatan yang bergantung pada viskositas agama setiap tahun, seperti Maulid Nabi, Musabaqah dan berbagai kegiatan yang tentunya bernuansa Islami.

Sebuah bangunan tambahan juga diberikan dan dibangun di atas sebidang tanah yang sebelumnya merupakan bagian dari West Plaza Road yang persis di depan masjid.

Bangunan tambahan ini juga dilengkapi dengan dua menara yang tingginya 99 meter, tetapi kemudian dikurangi menjadi hanya 91 meter. Ini karena masalah sistematis terkait keamanan penerbangan di Sabang

Masjid besar Babussalam, yang terletak tepat di pusat Kota Sabang, dibangun dengan sentuhan arsitektur Utsmaniyah (Turki) yang sangat kaya akan budaya Eropa Tengah. Bangunannya cukup besar dan sangat tinggi, terlihat sangat bagus dengan tembok-tembok besar. Jual Kubah Masjid Galvalum

Ada empat menara kokoh yang berdiri kokoh di keempat sudut masjid, dan sebuah kubah besar di atap masjid. Masjid ini juga dilengkapi dengan area bermain berupa taman yang cukup luas dengan lahan parkir yang luas, dan ada juga halaman yang cukup besar yang duduk di seluruh permukaan masjid ini dan ditutupi dengan lantai keramik dengan pola berupa rasi bintang yang sangat cantik.

Satu-satunya perubahan yang terjadi pada bangunan tua adalah mengubah bentuk atap masjid dari bentuk atap piramida, dan kemudian mengganti bentuk atap dengan penambahan kubah belahan bumi besar berdiameter 30 meter dan kubah utama.

Sekilas, Anda dapat menemukan kesamaan antara Masjid Agung Kota Sabang dan beberapa masjid yang tentunya sangat terkenal di Indonesia, seperti Masjid Agung At-Tien di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur atau masjid di Kompleks Islam Jakarta di Jakarta Utara. atau Masjid Al-Markaz Al-Islami di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Keindahan masjid ini juga sedikit menambah pesona Pulau Weh, di mana pulau ini sangat terkenal dan kaya akan kehidupan laut yang indah dan indah. Kehadiran masjid ini juga bisa menjadi pertanda keberadaan kota. Pulau Weh juga memiliki panorama dan objek wisata yang lengkap serta pesona alam dunia bawah laut. Pulau ini juga memiliki berbagai objek wisata, air terjun, pantai berpasir putih, pulau-pulau laut jernih, gunung berapi, hot tubs, wisata religius tempat peninggalan ziarah dan makam 44 Aulia di Kota Sabang

Seiring waktu, sebagian besar orang di Sabang telah menjadikan Masjid Agung Babussalam sebagai pusat kegiatan keagamaan Islam, yang cukup cepat dan kemudian mencakup banyak acara keagamaan seperti pembacaan, Muludan, Rajaban atau acara di hari libur Islam lainnya dan bahkan dapat dijadikan sebagai sarana pelaksanaan acara pernikahan . Untuk menyelesaikan ini, beberapa perubahan dilakukan pada tahun 1900, misalnya produksi mihrab dan pawestra (teras kiri dan kanan).

Pada tahun 2016 ada reorganisasi di mana sebuah paviliun dibangun sebagai teras masjid dan dua menara dibangun di sebelah kiri dan kanan gedung, yang bagian atasnya berbentuk persis seperti atap masjid untuk lebih meningkatkan penampilan masjid. Dikatakan bahwa bentuk ini adalah bentuk terakhir dari Masjid Agung Babussalam dengan atap berbentuk kerucut berbentuk silinder.

Selain itu, sisi kiri dan kanan menara dan tambahan kecil bangunan Pawestren, yaitu beranda, dihancurkan sepenuhnya, sehingga ruang masjid hanya satu ruangan besar dengan halaman masjid yang sangat sempit. Keberadaan Masjid Agung Babussalam, yang kemudian digunakan sebagai layanan doa untuk para tamu dan peserta MTQ Kota Sabang, yang berlangsung pada tahun 2017.

Model Masjid Agung Babussalam terlihat indah dan elegan untuk saat ini, dan dengan hal-hal seperti itu, tidak mengherankan bahwa Masjid Agung Babussalam memang sangat berkarakter dan telah menjadi salah satu tujuan wisata religius khusus di kota Babussalam. Masjid ini tampak hebat dari sisi arsitekturnya yang berbeda. Salah satu masjid besar Babmir Takmir menunjukkan hal itu.

Setelah beberapa renovasi atau renovasi di dalam dan di luar masjid, Anda akhirnya akan menemukan bahwa Masjid Agung Babussalam memang luar biasa indah dan tempat ibadah yang nyaman.

Masjid Agung Babussalam adalah tempat ibadah di mana banyak Muslim tinggal setiap hari, baik mereka yang sholat lima waktu atau ingin mengambil bagian dalam berbagai acara Islam dan lainnya, serta tidak hanya penduduk Babussalam tetapi juga wisatawan dari di luar kota Babussalam dan turis asing.

Masjid Agung Babussalam juga berada di lokasi yang sangat strategis sehingga Masjid Babussalam Agung mudah diakses dari seluruh penjuru kota Babussalam. Dan jika Anda mencari tempat di mana Anda dapat berdoa dan bersantai sejenak dalam suasana yang menenangkan dan sejuk

Pada tahun 2018 seluruh jajaran Sekretaris Daerah Kota Sabang (Sekdako) Dr. Zakaria, MM, memasang dan melantik para administrator masjid Babuss-Agung pada periode 2018-2023, Kamis (30 Agustus).

Dewan penasehat dan dewan pengawas masjid di wilayah tersebut mengambil bagian dalam peresmian Masjid Agung Babussalam Sabang.

Sekretaris mengatakan bahwa itu adalah tanggung jawab bersama dari seluruh komunitas Sabang untuk menjaga kemakmuran dan kenyamanan Masjid Agung Babussalam.

Masjid Agung Babang Salam di Sabang adalah milik kami bersama seluruh masyarakat. Mari kita rawat, baik secara fisik maupun untuk kesejahteraan masjid itu sendiri, katanya.

Manajemen baru diharapkan dapat melaksanakan mandat sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing dan untuk terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan pemerintah Kota Sabang.

Ketua Masjid Agung Babussalam Sabang Drs. H. Anwar Usman mengatakan bahwa dengan izin Tuhan partainya akan melaksanakan amanat yang dipercayakan kepadanya.

Mari kita bekerja sama untuk meningkatkan kemakmuran masjid dengan saling melengkapi dan menawarkan yang terbaik, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *