Kemegahan Masjid Raya Bogor

Masjid Adz-Dzikra dan Masjid Andalusia adalah masjid yang dapat anda capai dengan melalui Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Sentul Selatan. Arsitektur bangunan ini menggabungkan karakter universal arsitektur Islam dengan karakteristik arsitektur lokal tropis.

Tubagus H. Mustafa Al-Bakri bin Husein berasal dari Provinsi Banten dan juga Raden Dita Manggala cipto dari Cirebon. Sosok Tubagus H. Mustofa Al-Bakri oleh masyarakat Bogor juga diketahui memiliki sekolah asrama yang dikelola oleh tiga orang temannya.

Kemegahan Masjid Raya Bogor

‘Taman mini ini diciptakan dari mimpi, bukan dari ide atau ide. Wisata religi berbasis budaya ini dalam Al-Quran adalah bentuk aktivasi seorang mukmin, “kata Profesor Mubarok pada kesempatan yang sama. Taman miniatur filosofis Asmaul Husna 99 dibangun di atas lahan seluas 260 hektar.

Banyak sumber pendapatan diekstraksi dari potensi masjid, memungkinkan untuk perbaikan dan penerapan manajemen modern. Mukti Natsir, presiden Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa (DKM), mengatakan masjid itu pernah dibangun oleh dua penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo.

Masjid, selesai pada 16 Februari 2009, terdiri dari tiga bangunan utama dengan luas total 12.600 m2. Di sisi utara masjid adalah menara dengan ketinggian 57 meter.

Masjid Bogor Raya adalah bangunan masjid yang sangat bagus, menurut ungkapan dari salah satu Kontraktor Kubah Masjid Enamel menjelaskan bahwa Masjid Bogor Raya memiliki Kubah Masjid yang cukup kokoh dan sangat indah, pemilihan enamel juga merupakan pilihan yang sangat cocok, bahan enamel ini adalah bahan umum untuk diaplikasikan pada kubah masjid dengan berbagai model dan desain futuristik.

“Jadi ini benar-benar harus dihitung dari stasiun mana banyak orang datang dari daerah lain,” katanya saat menghadiri laporan FGD di ujung DED Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (26). 12/2019). Itu menjadi keprihatinan bagi Hartono Limin, ketua Yayasan Amanah Kita, untuk membangun kembali peradaban budaya yang berbasis pada Islam. Dia akan menyelesaikan misi budaya dengan membangun taman miniatur 99 masjid dunia yang akan dibangun dengan megah di Desa Pasir Madang, Kabupaten Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bukan dalam bentuk miniatur kecil yang bisa dilihat sendiri, tetapi dalam bentuk bangunan seukuran masjid kecil, sehingga bisa dilihat, masuk dan dipelajari arsitektur budaya.

Dengan slogan “Untuk Bogor”, mediabogor.com benar-benar mengundang pengunjung untuk melihat lebih dekat berbagai fenomena di Bogor. Tujuannya agar publik mengenal dan mencintai Bogor sebagai zona penyangga bagi ibu kota turis paling populer.

Harus terhubung dengan baik antara stasiun Bogor, Masjidil Haram dan bangunan lainnya. Walikota Bogor Bima Arya umumnya menilai desain yang diajukan dan ingin lima dimensi dipenuhi, baik untuk konsultan maupun instansi terkait.

Kedua pria itu bernama Tubagus H Mustofa Bakri, dari Banten dan Raden Dita Manggala, dari Cirebon pada 1307 Masehi. Terletak di Jalab Raya Pajajaran, Bogor, masjid selalu digunakan oleh warga untuk melakukan layanan ibadah.

Elemen karakter universal dari arsitektur Islam dicirikan oleh kubah, portal, lengkungan, menara, ornamen bintang delapan dan kaligrafi. Sementara karakter atap kanopi piramida, beranda besar, empat pilar mendukung fitur lokal dari kehadiran arsitektur tropis.

Masjid ini dikenal sebagai Masjid Ustadz Arifin Ilham, karena di masjid yang terletak di distrik Sentul, zikir secara teratur diadakan di bawah kepemimpinannya setiap hari Minggu pertama setiap bulan.

Tiga bangunan utama terdiri dari sebuah bangunan besar di tengah dan beberapa bangunan teras yang mengapit rumah utama. Tiga bangunan utama tidak hanya digunakan sebagai pusat doa utama, tetapi juga digunakan untuk sekretariat masjid, fasilitas pengembangbiakan, dan perpustakaan.

Meskipun telah direnovasi beberapa kali sejak pembangunannya sejauh ini, pembangunan masjid ini masih belum banyak berubah dengan arsitektur Cirebon dan Banten. Selama penyebaran Islam di wilayah tersebut, Tubagus Al-Mustofa dan sahabatnya memiliki banyak siswa. Setelah kematian mereka, murid-muridnya dimakamkan di kompleks makam para tetua desa bersama dengan Raden Dita Manggala dan dua kuburan keturunan K.. Tubagus Mustofa Bakri, sekitar 200 meter dari masjid. Mukti Natsir, presiden Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa, mengatakan masjid itu awalnya dibangun oleh dua penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo.

TripTrus.Com – Wisata religius adalah kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kota-kota besar seringkali menjadi tujuan wisata religi. Harus terhubung dengan baik antara stasiun Bogor, Masjidil Haram dan bangunan lainnya. Walikota Bogor Bima Arya menilai bahwa desain itu umumnya keren dan ingin 5 dimensi dipenuhi, baik untuk konsultan maupun instansi terkait.

© Obsesi Muslim 2018 | Grup Media Obsesi | Obsesi Jurnalis Muslim selalu diberi identifikasi dan tidak boleh menerima / meminta apa pun dari sumber. Meskipun telah direnovasi beberapa kali sejak pembangunannya sejauh ini, bangunan masjid ini masih penuh dengan nuansa sejarah. Itu bisa dilihat pada arsitektur masjid yang memadukan unsur arsitektur Cirebon dengan Banten. Menurutnya, masjid Al-Mustofa didirikan oleh Tubagus H. Mustofa Al-Bakri dan H.

Masalah ini jelas berbenturan dengan Masjid Al Mustofa, masjid tertua di Kota Bogor yang dibangun sekitar tahun 1728 oleh Tubagus Al Mustofa Bakrie dari Banten. “Jadi ini benar-benar harus dihitung dari stasiun mana banyak orang datang dari daerah lain,” katanya saat menghadiri laporan akhir FGD dari Bogor City Square DED di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (26/12 / 8) 2019). Masjid di pusat kota Bogor ini cukup strategis karena tidak jauh dari terminal sore Baranang dan gerbang tol Jagorawi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor yakni Ruhiyat Shahlan Rasyidi mengatakan, jika pihaknya belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan tempat atau situs cagar budaya di Kota Bogor.

Bagi warga Jakarta yang ingin mengunjungi masjid ini, Anda dapat mengikuti jalan tol Jagorawi dan kemudian keluar dari gerbang tol Gunungputri. Setelah meninggalkan jalan tol belok kanan, Masjid Assalam muncul sekitar 1 KM di sisi kanan jalan. 

Masjid tua ini memberi sentuhan pendiri, Tubagus Mustofa Bakri bin Tubagus Abdul Qodir, yang menggabungkan unsur arsitektur Cirebon dan Banten. Makam pendiri, yang memiliki garis keturunan dari Sunan Gunung Jati, Cirebon, juga tidak jauh dari lokasi masjid. Terletak di area pasar Anyar (sebelumnya bernama pasar Kebon Kembang) yang membuat hiruk pikuk aktivitas di Masjid Raya Bogor cukup padat.

Bangunan utama dan bangunan tambahan dapat menampung sekitar 6.700 jemaah dan 10.400 jemaah. Karena bentuk masjid dengan empat menara, masjid ini tidak sulit ditemukan.

Yang sangat menarik serta jadi keunikan masjid Raya Bogor adalah pada bagian sisi pucuk menaranya yang mana tidak memakai kubah tetapi memakai bentuk basic bilah Kujang yang disebut senjata ciri khas warga Sunda, yang disusun secara simetris mirip satu kubah. Ornament ini lumayan menarik sebab tidak ditemukan di masjid lain di khususnya di provinsi Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *