Jual Bibit Buah Sawo Kecik

Sawo Kecik (Manilkara kauki) juga sering disebut Jawa, Sawo adalah tanaman penghasil buah (pohon) dari keluarga sapodilla (Sapotaceae) yang kini menjadi langka dan langka di Indonesia.

Biji  Buah sawo memiliki 12 biji tetapi biasanya kurang dari 6, bentuknya oval pipih, hitam atau cokelat dan mengkilap, panjangnya kurang dari 2 cm, warna biji putih berlilin.

Sawo Kecik, yang menurut filsafat Jawa sering diidentikkan dengan ‘sarwo becik’ (serba bagus). Di Yogyakarta kadang-kadang digunakan sebagai tanda bahwa orang yang menanamnya adalah pelayan istana.

Baca Juga: Harga Terbaru Pohon Tabebuya Kualitas Unggul

Tanaman penghasil buah yang batangnya memiliki kayu keras dan kuat yang sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat pertukangan, bahkan digunakan sebagai karya seni seperti patung, ukiran kayu dan bahkan sebagai peralatan musik seperti biola dan rebana.

Daun dan buah Sawo Kecik (Manilkara kauki)

Sawo Kecik juga dikenal sebagai Sawo Jawa. Sementara dalam bahasa Inggris tanaman langka ini disebut sebagai Caqui dan Manilkara.

Di beberapa negara lain disebut Khirni (India) dan Lámút Sida atau Lámút Thai (Thailand). Sedangkan Sawo Kecik disebut dalam bahasa ilmiah (Latin) Manilkara kauki, yang identik dengan Mimusops kauki, dan Manilkara kaukii.

Karakteristiknya. Pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) berukuran sedang dan memiliki ketinggian 25 m. Diameter (diameter) batang pohon Sawo Kecik dapat mencapai 100 cm.

Sawo Kecik meninggalkan tandan di ujung batang. Di bagian bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan beludru lembut jika daunnya tidak menebal, kelopak daun Tuno Kecik Sawo sepanjang 7 mm berbentuk bulat telur.

Buah keco sawo berbentuk bulat telur atau coccyx bulat kecil dengan panjang sekitar 3,7 cm. Sawo Kecik memiliki kulit yang sangat tipis tetapi mudah dikupas. Sawo Kecik, jika topengnya memiliki rasa manis dan kadang terasa agak berbeda.

Habitat dan distribusi. Sawo Kecik (Manilkara kauki) diyakini berasal dari India dan didistribusikan secara luas dan dibudidayakan di wilayah Asia Tropis dan Amerika Tropis. Di Indonesia, Sawo Kecik, meskipun sudah langka karena jarang memulai budidaya, masih dapat ditemukan di mana-mana di Indonesia kecuali Kalimantan.

Sawo kecik tumbuh subur di daerah pesisir kering (pantai) hingga daerah dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Pohon langka ini sering ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah-buahan (untuk konsumsi buah), dan sebagai pohon ornamen biasanya ditanam di kuil atau istana.

Di Yogyakarta, Sawo Kecik, yang biasa disebut Sawo Jawa, digunakan untuk menandakan bahwa orang yang menanamnya adalah pelayan istana. Bahkan di daerah Bali dan Nusa Tenggara, pohon langka ini ditemukan di alam liar di pantai.

Penggunaan Pohon Kecik Sapodilla. Sementara Sawo Kecik adalah pohon penghasil buah, bukan hanya buah yang bisa digunakan. Batangnya banyak digunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga dan karya seni seperti patung, ukiran kayu, bahkan alat musik seperti rebana dan biola.

Pohon Keco Sawo dapat tumbuh di daerah yang kurang subur dan bahkan dapat bertindak sebagai pohon perintis dan memperbaiki area tanaman yang kurang subur dan kritis.

Karena itu, banyak orang menggunakan pohon Sawo Kecik sebagai batang bawah untuk mencangkok atau bergabung dengan pohon Sawo Manila (Manilkara zapota).

Untungnya, pohon Sawo Kecik dipilih untuk melengkapi pohon Trembesi dalam mempromosikan program satu orang satu pohon.

Mudah-mudahan, ini setidaknya akan mencegah kelangkaan pohon penghasil buah ini sampai suatu hari saya bisa dengan bebas membeli buah Kecik Sawo, walaupun itu hanya di pasar tradisional seperti ketika saya masih kecil.

Biji Sawo Kecik

Buah sawo memiliki 12 biji tetapi biasanya kurang dari 6, bentuknya oval pipih, hitam atau cokelat dan mengkilap, panjangnya kurang dari 2 cm, warna biji putih berlilin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *